Showing posts with label Media Sosial. Show all posts
Showing posts with label Media Sosial. Show all posts
Beberapa Ciri Follower Anda Sebenarnya adalah Twitter Bot
Sulit memastikan akun-akun itu palsu atau asli, jika hanya melihat sepintas satu-persatu, karena nama, avatar, bahkan biodata mereka, terkesan asli.
Salah seorang penulis di Buzzfeed, Katie Notopoulos, mencatat bahwa Twitter bots --akun palsu Twitter yang dibuat lewat program dan biasa digunakan untuk menyebar spam-- belakangan tampak semakin meyakinkan.
Hal itu disadari oleh Notopoulos, setelah seorang rekan "memberinya" ribuan Twitter bots sebagai follower baru. Notopoulos mengaku, awalnya sulit memastikan akun-akun itu palsu atau asli, jika hanya melihat sepintas satu-persatu. Nama, foto (avatar), bahkan biodata mereka, terkesan asli.
"Hanya (saja) dengan melihatnya secara bersamaan, membuat jelas bahwa kata-kata di biodata Twitter akun-akun itu dibuat melalui (program) algoritma tertentu," ungkap Notopoulos.
Berikut beberapa ciri khas dari Twitter bot yang dicatat Notopoulos --dan yang bisa disimpulkan dari contoh-contohnya:
-Penulisan biodata pada Twitter bot (versi terbaru) ini mengikuti salah satu pola populer penulisan biodata manusia pemilik akun Twitter, yaitu kata-kata singkat yang dipisahkan oleh tanda titik. Contoh: Mommy of 5. Conservative. Calvinist. Christian. Classical Homeschooler. Cloth diaper expert. And now Celiac.
-Berdasarkan pengamatan biodata itu pula, tampak bahwa secara umum, penulisannya akan mengikuti aturan huruf kapital di awal kata/kalimat, sehingga jika biodatanya seharusnya "TV Programmer" akan tertulis "Tv programmer".
-Bot-bot yang dibuat oleh satu tangan (seseorang) biasanya akan mengumpulkan dan mengacak berbagai kata maupun istilah (keywords) populer, atau yang sengaja dipilih untuk diprogramkan, semisal: alkohol, kopi, aficionado, food, passionate; dan lain-lain.
-Perhatikan dan bandingkan antara nama "asli" dan nama akunnya. Kadang tidak ada kemiripan, atau malah berbeda sama sekali. Cocokkan lagi dengan foto/avatar-nya, maka beberapa bisa segera ketahuan palsu.
-Yang paling nyata sebenarnya adalah nama akun, yang kebanyakan merupakan perpaduan dari karakter huruf dan karakter angka. Tapi harus diingat bahwa banyak juga "teman betulan" kita yang nyatanya punya nama akun seperti itu.
-Jangan salah pula, bot-bot sekarang bisa terlihat sangat mirip dengan akun "asli", berkat foto (avatar)-nya yang kelihatan "real". Ada yang tampak seperti foto close-up di depan kamera, foto sedang di seminar, foto bersama rekan/keluarga, foto di tengah pemandangan alam, dan lain-lain. Tentu saja, itu karena program Twitter bot ternyata bisa "mencurinya" dari avatar-avatar yang beredar di Twitter. Jadi waspadalah jika anda pengguna Twitter, karena avatar alias foto diri anda bisa saja kini tengah dipakai oleh satu atau beberapa Twitter bot.
Berikut beberapa di antara contoh "follower baru"-nya Notopoulos:
Tim Grinage (foto seorang wanita muda berwajah Asia berpakaian rapi)
@timu8895l
Beer practitioner. Total bacon fanatic. Introvert. Tv guru. Award-winning coffee buff.
Sylvester Siegel (foto seorang pria kulit putih berjas hitam)
@sylvg0x44
General alcohol fan. Unapologetic pop culture guru. Amateur travel scholar. Problem solver. Internetaholic. Explorer.
Concepcion Ottis (foto seorang gadis muda cantik berjilbab/kerudung)
@conccps9am
Bacon ninja. Award-winning coffee evangelist. Organizer. Internet expert. Unable to type with boxing gloves on.
[beritasatu.com]
Facebook Ubah Subscribe Menjadi Follow
Beberapa bulan lalu, Facebook memperkenalkan fitur Subscribe yang dapat digunakan penggunanya untuk mengikuti status pengguna lainnya. Hari Rabu (05/12), situs jejaring sosial satu ini mengganti Subscribe dengan Follows.
Fungsi dari Follows ini masih sama seperti Subscribe hanya berbeda tulisan saja. Pengguna Facebook dapat mengikuti apa yang dituliskan pengguna lain tanpa harus menjadi teman mereka. Hal ini adalah salah satu fitur yang telah lama diterapkan di Twitter. Selain Facebook, jejaring sosial lain yang menggunakan kata Follows seperti Instagram, Tumblr, Pinterest dan beberapa lainnya.
Seperti yang dilansir LA Times (05/11), perubahan kata Subscribe menjadi Follows ini tidak secara langsung akan dijumpai penggunanya. Situs besutan Mark Zuckerberg ini akan secara perlahan menggantinya dan bertahap penggunanya akan mendapati kata tersebut di account mereka masing-masing.
Sayangnya, Facebook tidak memberikan penjelasan mendetail seputar penggantian kata Subscribe menjadi Follows ini. Banyak pengamat mengatakan bahwa Facebook nampaknya sengaja menggunakan kata Follows karena kata tersebut sangat populer di dunia jejaring sosial dibandingkan Subscribe. [merdeka.com]
Subscribe to:
Posts (Atom)

